Sabtu, 27 April 2013

SENI UNIK MENGGUNKAN TUBUH MANUSIA

Dalam seni modern yang penuh dengan hal-hal kreatif ini, terkadang instalasi seni menggunakan bahan-bahan yang belum pernah dipikirkan manusia. Mulai barang tak layak pakai, sampah, bahkan sampai ekstrem seperti anggota tubuh mereka.
Kira-kira sampai sejauh apa ya bukti ekstrem seni dengan penggunaan tubuh manusia gan?

1. Lukisan Air Seni Iron Man



 Seorang mahasiswa seni Taiwan, Wong Tin Cheung kaget mendadak ketika buang air kecil dan menyadari ada darah dalam air seninya. Moment panik seketika itu langsung berubah menjadi pikiran gila seni dari Cheung. Di mana Cheung menggabungkan warna kuning dan merah dari air seninya, dan taraaa! Jadilah lukisan Iron Man, aneh?



2. Bagian Tubuh Asli Untuk Patung
Ketika seniman Jepang Hananuma Masakichi mendapati bahwa dia akan meninggal karena penyakit TBC, dengan segera Masakichi membuat patung replika dirinya untuk sang istri. Masakichi bekerja di sebuah ruangan penuh cermin untuk membuat setiap inci dari tubuhnya. Tidak cukup? Bahkan Masakichi yang (mungkin memang) gila mengambil beberapa bagian tubuhnya seperti gigi, dan kuku untuk patung replikanya. Masakichi meninggal 10 tahun kemudian pasca menyelesaikan patung hidupnya.


3. Meminum Cat Lukis Kanvas
Apa yang dilakukan seniman Millie Brown ini mungkin amat sangat aneh. Bayangkan, Brown berpendapat bahwa karya seni paling sempurna itu menggunakan bagian dari tubuh seniman itu sendiri. Sehingga Brown memilih untuk tidak makan apapun sebelum melukis.
Sesaat sebelum melukis, Brown meminum cat lukisnya dan memulai melukis di kanvas dengan cara memuntahkan satu persatu goresannya. Mengerikan? Gila? Tapi lukisan abstrak dengan nilai seni tinggi terbentuk.



4. Darah Beku Untuk Patung
Seniman Inggris bernama Marc Quinn ini sepertinya terlahir dengan ide brilian yang cenderung menyeramkan. Terinspirasi dari ide Rembrandt yang ingin membuat replika dirinya sendiri, Quinn memutuskan jalan yang sama, yakni menggunakan darah manusia.
Quinn mengumpulkan darah dengan mengunjungi praktek dokter setiap enam minggu selama sepanjang tahun. Darah-darah tak terpakai itu berhasil dibuat Quinn sebagai pelapis beberapa patung berbentuk kepala manusia karyanya.

5. Patung Dari Mayat Hidup
Honore Fragonard adalah ahli anatomi Prancis di abad ke-18 dan sepupu dari seniman terkenal Jean-Honore Fragonard. Sama seperti sang sepupu, Honore juga menjadi seniman, namun sepertinya lebih gila.
Honore memperoleh mayat-mayat tak bernama ini dari hukuman mati yang kemudian dia balsem dengan ilmu rahasia. Honore memberikan sebuah cairan untuk mayat-mayat itu, membedah seluruh organnya dan membentuknya kembali. Mengerikan?

6. 'Tumbal' Penonton
http://www.indojamtangan.com
Mungkin yang dilakukan seniman kelahiran Serbia, Marina Abramovic ini adalah yang paling gila. Di mana dia merelakan tubuhnya menjadi 'tumbal' para penonton. Mulai dari ditikam, menyayat bagian tubuhnya dan ide gila lainnya. Abramovic berpendapat bahwa seni harus menjadikan seseorang bisa membuat penonton terhibur, tapi maksudnya, apakah harus seperti itu?


7. Objek Pesakitan
http://www.unikgaul.com
Pengertian dari seni sebenarnya sudah seringkali diperdebatkan selama berabad-abad. Dan itu tidak termasuk dengan mendapatkan luka tembak di lengan. Namun apa yang dipikirkan seniman Chris Burden ini sepertinya mengerikan.
Tidak ada yang memahami apa yang dipikirkan Burden, hanya dia tetap berpendapat bahwa membahayakan dirinya atas nama seni adalah hal paling indah.

Kamis, 21 Maret 2013

GADO-GADO IS INDONESIAN SALAD

 GADO-GADO





           Gado-gado (in Indonesian or Betawi language), also known as Lotek (in Sundanese and Javanese) is an Indonesian dish or Indonesian salad consisting of boiled vegetables served with a peanut sauce dressing.[1] It is differed from lotek atah or karedok for its fresh and raw version of the vegetable covered with peanut sauce. Another similar dish is Javanese pecel. It is thought to have originally been a Sundanese dish. It is widely served from hawkers carts, stalls (warung) as well as in restaurants and hotels both in Indonesia and worldwide.
             Gado-gado is part of a wide range of Indonesian dressing and salad combinations, along with lotek, pecel and karedok. In many places, to retain authenticity in both the production and flavor, the peanut sauce is made in individual batches per order, in front of the customers to suit customers' personal preference on the degree of spiciness (the amount of chili pepper). However, since the dish has gained popularity (because of the increase of Asian-themed restaurants) Gado-gado sauce is now mostly made ahead of time and cooked in bulk, although this is probably more common in Western restaurants rather than in Indonesia. Compared to Western and Indonesian salads, Gado-gado has much more sauce in it. Instead of being used as a light dressing, the vegetables should be well coated in the sauce.
               Many stores now offer Gado-Gado dressing in dried blocks to which simply require to add hot water, making it easier and cheaper to cook at home.

GADO-GADO RECIPE:

ingredients:

     Oil for frying
     150 g know chinese, fried, thinly sliced
     150 g tempeh, fried, thinly sliced
     150 g cabbage, discard the bones leaves, thinly sliced​​, pour hot water
     150 g bean sprouts, remove the roots, pour hot water
     Water for boiling
     150 g green beans, siangi, cut into 2 cm, trimmed
     150 g curly leaf lettuce, sliced ​​2 cm
     3 eggs, boiled, peeled, cut lengthwise 2 parts
     1 cucumber, peeled, thinly sliced ​​round
     1 red tomatoes, cut into 8 pieces lengthwise